Kisah Mandiri Mbak Tini
Kisah ini bermula, dari sudut pandang orang kedua, dan ketiga, hingga keempat, dan banyak lainnya, dimana jika dibahas bisa saja menjadi auto biografi, namun sekilas dari awal mula kisah ini adalah sebagai bentuk upaya menjalin kedekatan bersama, dan kekuatan semangat untuk saling berbagi arah positif untuk melihat masa depan yang baik.
Mbak Tini ..
Mungkin banyak yang tidak mengenalnya, tinggal di salah satu dusun yang jauh dari hingar-bingar kota, mbak Tini lahir dari keluarga sederhana, bertahan hidup dengan kebanyakan masyarakat desa lainnya yang bermukin di sektor pertanian, mbak Tini tumbuh menjadi sosok yang tangguh di ketatnya perjalanan hidup.
Rintangan atau perjalanan hidup selalu menghadirkan pengalaman tersendiri bagi mereka yang menjalani, begitu pula mbak Tini, kemandirian menjadi suatu keharusan bagi sebagaian masyarakat yang tinggal di desa dimana hidup berdikari diatas kaki sendiri adalah suatu keharusan, berjuang, dan menghadapi segala aral yang melintang, dari kecil hingga dewasapun mbak Tini selalu berpegang teguh atas kejujuran, "lembah manah" dan tata trapsila, yang kelak mengantarkannya pada manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Kini sosok anak penjual "Pecel" ini mengeksplorasi, dan menelurkan karya-karyanya bersama Batik Tembang, dimana banyak sekali goresan canthing beliau yang mewarnai hasil dari karya-karya luarbiasa Batik Tembang.
Setali tiga uang dengan visi Batik Tembang tentang Hidup, bukan kelimpahan harta yang beliau inginkan namun lokakarya, dan berkreasi melalui cipta rasa melalui media seni membatik untuk tetap teguh, lestari di bumi pertiwi.
Mas Haryanto sebagai Owner Batik Tembang melalui obrolan singkat juga menuturkan bahwa
Mbak Tini sosok orang yang hati-hati dalam tutur kata sehingga cenderung banyak diam, namun beliau orang yang disiplin dalam waktu, dan punya loyalitas tinggi terhadap kegiatan sosial terutama dalam membatik.
Hari kemarin mungkin hari adalah kalut duka, dan mendung laram yang mengitari relung hati, dan fikiran mbak Tini, dimana sosok ibundanya telah "tindak" menghadap yang maha kuasa.
Satu yang diingat dari mbak Tini atas kejadian yang pasti dialami semua mahkluk ini bahwasanya Hidup harus terus berjalan dan iringan do'a adalah obatnya, obat yang akan berputar kepada insan yang memberikan atmosfir positif terhadap sesama.
Tetap semangat dan tetap berkarya Mbak Tini
Dari kami semua Keluargamu di Batik Tembang

